Sejarah Chinese Paper Cutting
Guntingan kertas adalah salah satu kerajinan masyarakat Tiongkok yang paling popular, Jian zhi atau disebut juga Chinese Paper Cutting berasal dari era penemuan kertas oleh Chai Lun. Jian zhi ini pada awalnya digunakan dalam seni menggunting kertas dalam perayaan Imlek, karena tradisi ini dimulai dengan keindahannya maka sering sekali disebut "chuāng huā" (窗花)" yang artinya karangan bunga untuk jendela. Jian zhi diperkenalkan pada dinasti Han, yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Tionghoa untuk menghiaso rumah rumah mereka.
Perkembangan
Pada jaman dinasti Song, terdapat orang terpelajar (sekarang disebut sarjana) bernama Chou mi yang menyempurnakan Jian zhi ini dengan menggunakan pisau silet dengan menggambar huruf Mandarin, bunga dan cerita, wajah manusia, hewan, maupun tumbuhan. Seni ini sudah ada sejak jaman 6 AD dan ditemukan di Xin jiangChina.
Pada tahun ke-7 sampai 13 AD, seni menggunting kertas sangat popular terutama untuk perayaan festival tradisi Tiongkok. Kesenian ini menyebar keseluruh dunia pada tahun 14 AD. Pada jaman dinasti Ching seni menggunting kertas berkembang dengan menggunakan kertas berwarna, sehingga memiliki banyak variatif dan warna yang indah, Pada akhir jaman dinasti Qing, pemerintah RRC mendirikan sekolah kesenian menggunting kertas pada tahun 1980.
Pada tahun era modern ini seni menggunting kertas tak hanya sekedar menggunting, tapi juga melukis didalam sebuah kertas yang telah digunting, atau sudah menjadi seni.
Dalam beberapa bagian provinsi Tiongkok seni menggunting kertas adalah aktivitas kesenian wanita tradisional. Di masa lampau, setiap gadis mengharap mampu menguasai seni menggunting kertas ini dan untuk memperlihatkan kemampuannya dalam mengurus rumah tangga kepada calon suaminya ketika wantia tersebut ingin menikah.
Sementara seni menggunting kertas professional lebih cenderung kepada pria dan dapat pemasukan yang baik dan bisa bekerja sama dengan pasangannya untuk bekerja dalam pabrikasi kesenian kertas.
Desain seni menggunting kertas bisa melalui symbol, huruf kaligrafi, wajah manusia, simetris, terkadang juga bisa mengandung arti dari makna tertentu. Jenis simbol banyak sekali ditemukan sampai sekarang. Jaman sekarang seni menggunting kertas telah mengalami moderinisasi, ada yang jenis 2D (tradisi lama) dan 3D (moderinisasi).
Pada jaman sekarang seni menggunting kertas sangatlah dekoratif, dan dapat menaruhnya seperti lukisan, dapat ditempel di jendela pintu, bahkan kaca perhiasan. Pada pintu masuk seringkali kita melihat guntingan kertas atau Jian zhi.
Kegunaan dan Kapan Saja Paper Cutting Ini Diselenggarakan
Pada setiap pintu masuk, terutama menjelang perayaan Imlek dan menjelang perkawinan ada tertulis sepasang huruf kaligrafi Tiongkok yang berarti “Kebahagiaan” atau dikenal kebahagiaan ganda adalah kebahagiaan lahir dan kebahagian batin, ini dimaksudkan dalam artian jasmani dan rohani selalu terpenuhi, dalam materi maupun kebijaksanaan. Guntingan kertas ini ditempelkan pula di jendela dan pintu atau dinding, lampu dan lampion dan dulu bahkan digunakan sebagai penghias bungkusan oleh-oleh.
Cara-cara Dalam Membuat Kesenian ini
Ada 2 cara membuat kesenian ini, yang pertama menggunakan gunting, dan satunya lagi menggunakan cutter, pisau silet, atau pisau kecil, kedua alat ini sangat penting dalam membentuk kesenian menggunting kertas.
Waktu itu telah muncul pengrajin yang menekuni guntingan kertas sebagai profesinya. Guntingan kertas semata-mata dikerjakan dengan tangan. Penggunting yang amatir hanya memerlukan sebuah gunting dan sehelai kertas, namun untuk yang professional memerlukan berbagai tipe gunting dan pisau ukir untuk menghasilkan gambar yang rumit. Guntingan kertas boleh dikerjakan dengan sehelai kertas ataupun beberapa helai sekaligus.
Guntingan kertas yang sederhana gambarnya bisa digunting langsung, sedangkan guntingan kertas yang rumit gambarnya harus dilukis atau dicetak dulu di atas kertas sebelum digunting.
Cr : www.professorlubby.blogspot.com